Aku dilahirkan bukan untuk menjadi perempuan karena dunia yang kita lihat adalah representasi bukanlah sebuah realitas

Rabu, 19 Januari 2011

Kenapa harus dibawah kolong jembatan

Kenapa harus dibawah kolong jembatan…

Kenapa harus ada kemelaratan di kolong jembatan..

Kenapa harus ada sudut kejahatan di kolong jembatan..

Kenapa harus ada anak kecil di kolong jembatan…

Berteriak….menangis…memegang kerincingan..

Kerincingan yang sengaja dibuat

bukan untuk bermain..

Bukan karena kreasi…

Tapi karena kemelaratan..

Karena butuh sesuap nasi…

Hanya menyambung hari itu juga…

Untuk berfikir berkreasipun tidak…

Apakah dia tidak penat???

Apakah dia tidak merasa muntah, mual dengan bau-bau yang tak sedap..

Sedangkan kita diatas jembatan

Sedang melewati diatas mobil mewah..

Berpajak murah..

Kita dengan bangga menaiki baja-baja buatan Jepang..

Arrrrghhhhhhhhhhhhh……….

Bisakah kita merengkuhnya…

Bisakah kita mengajak mereka menaiki baja-baja tersebut???

Bukan karena bisnis tri in one…

Kita memberi mereka pekerjaan….

Menyekolahkan anak-anak mereka…

Uuuuuuuuuuuurrrrrrrrggggggggggggggghhhhhhhhhhhhh…………….

Siapa mereka????

Peduli apa aku????

Lebih baik aku berfoya-foya………

Itu yang ada di pikiran kita…..

Lupakah kita???? Tidak ingatkah kita????

Tak taukah kita????

Dia saudara kita…….

Sudahkah mati rasa kita…….???????

Mati rasa hati kita…….??????

Dia bagian dari kita??????????????

Apa yang salah dengan mereka?????

Semakin penuh kepalaku mencaci….

Aku juga tak bisa berbuat apa-apa…..




Minggu, 15 November 2008 

Rabu, 12 Januari 2011

Kau seperti Vanesa Mae dalam I’m a Doun for Lack O’johhnie

Bengkulu, 4 februari 2009


Dalam lagu klasik yang kudengar pagi ini..
Mengalun dan berirama…
Berdetak bersama-sama…
Bahasamu tak kumengerti..
Namun alunanmu seperti bergerak dengan langkahku
Berdetak-detak
Berdentum dentum
Seperti menyayikan lagu garuda Pancasila dalam setiap upacara pagi sekolah
Merdu
Menimbulkan semangat
Huhu…huhu…
Denting biola seperti tak bergesek
Berdenting indah seperti harpa
Menusuk dalam jiwaku
Merasuk dalam otakku..
Kau akhiri lagumu dengan bergelora
Sehingga ingin kuulangi  lagi..
Lagi…
Sekali lagi….
Tiga kali kuulangi vanesa mae-ku
Bahasamu tak kumengerti..
Namun, semakin tak kumengerti semakin aku menyukai lagumu…

Benar-benar kau seperti Vanesa Mae dalam dalam I’m a doun for lack o’johhnie


Kubacakan dengan lagu itu di suatu pagi..